Senin, 29 Januari 2018
Kembali ,TP PKK KABGOR GELAR SOSIALISASI PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK
LIMBOTO- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT ) sebagai sebuah kasus yang memilki konsekwensi hukum atau sebagai sutu tindak pidana ,maka harus dihindari dan dijauhkan dari rumah tangga manapun.Tentu diperlukan cara –cara penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga.
berangkat dari hal ini TP-PKK Kabupaten Gorontalo secara genjar mensosialisasikan perlindungan dan kekerasan pada anak kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan anak Kabupaten Gorontalo.
hari ini selasa (30/01/2018) sosialisasi ini dilaksanakan di desa buhu kecamatan telaga jaya.kegiatan dihadiri langsung ketua TP.PKK Kabupaten Gorontalo Dr.Fory Naway berlangsung di Kantor desa Buhu.
Kegiatan ini pun dirangkaikan dengan pembentukan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Telaga jaya.
Giat Sementara Berlangsung dengan pemberian materi oleh Ketua TP.PKK Dr.Fory Naway.(Irfan/Humas).
Dikes Gelar Evaluasi Pembangunan Bidang kesehatan Tahun 2017 Dan Pelaksanaan Program Kegiatan Tahun 2018.
Limboto ,- Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo hari ini ,selasa (30/01) melaksanakan Evaluasi Pembangunan Bidang kesehatan Tahun 2017 Dan Pelaksanaan Program Kegiatan Tahun 2018.
Sebelum Kegiatan dimulai Tim Peliputan mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Roni Sampir bahwa kegiatan ini bertujuan pertama, menggambarkan secara umum hasil kinerja 2017 denga indikator kinerja berupa penurunan angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi yang melampaui target RPJMD maupun target RPJMN.penurunan angka gizi buruk dan stunting, penurunan prevalensi malaria dan demam berdarah sampai 50 % dan beberapa pencapai dan beberapa indikator- indikator kesehatan lainnya.
Roni Sampaikan ,Tapi tidak di pungkiri masih ada kelemahan tang ada terutama masih kurangnya beberapa tenaga kesehatan profesi tertentu seperti dokter gigi, Analis farmasi, bidan dan perawat.
Lebih Lanjut roni menerangkan Untuk kegiatan tahun 2018 masih meneruskan program inovasi seperti Arisan donor darah bagi ibu hamil ( SIDORA), Syiar Germas bahkan Pekan sayang Ibu dan Anak(PSIA) akan kembali di gelorakan yang di integrasikan dengan PKK mobile. adapun pembangunan infrakstruktur antara lain pembangunan tahap pertama RSU Boliyohuto, Rehab berat puskesmas limboto dan penambahan gedung rawat nginap PKM Limboto barat serta menjadikan beberapa puskesmas menjadi BLUD.adapun target 5 PKM terakreditasi dan pemenuhan sarana prasarana beberapa puskesmas..
kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan pelantikan eselon 4 dan kepala puskesmas dijajaran dikes dan eselon 3 di jajaran RSU MM Dunda limboto.
kegiatan ini akan dihadiri Bupati Gorontalo Prof.Nelson Pomalingo
untuk diketahui kegiatan ini sudah dalam persiapan dan beberapa waktu kedepan akan segera dimulai.Kegiatan dihadiri pula penanggungjawab program ,kepala -kepala puskes ,tim gegas kecamatan ketua -ketua takmirul masjid kecamatan se Kabupaten Gorontalo.(Irfan/Humas)
Bupati Gorontalo Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK
MANADO,- Bupati Gorontalo Prof.Nelson Pomalingo menghadiri diskusi kelompok terarah tindak lanjut rekomondasi hasil pemeriksaan BPK dan permasalahannya se kepulauan Sulawesi,senin (29/01/2018 berlangsung di Sintesa Peninsula hotel, manado.
Turut hadir anggota VI BPK RI Dr.Harry Axhar Azis, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Octavianus Estefanus Kandouw, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim,Walikota Gorontalo Marthen Taha,Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga ,Bupati Boalemo Darwis, Wakil Gubernur Sulawesi Barat Enny Anggraeni Anwar, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Sulut Tangga Purba, dan para Kepala Daerah Indonesia Timur.
Dikesempatan yang sama, Bupati Nelson memberikan apresiasi besar atas diskusi yang diadakan pihak BPK Perwakilan Sulut kali ini, dan Bupati juga sempat mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung setiap kegiatan BPK.
Di mana hasil kerja BPK pada tahun 2017, telah menjadi catatan penting bagi seluruh daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota. Hasil pemeriksaan BPK menunjukkan terdapat sejumlah hal yang menjadi temuan bagi BPK.
Lanjut Nelson, kegiatan tersebut dalam rangka untuk meningkatkan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil temuan BPK, yang dikemas dalam diskusi kelompok terarah, dengan menghadirkan para kepala-kepala daerah sebagai peserta kegiatan.
“Yang dibicarakan di sarasehan ini soal kendala-kendala yang dihadapi oleh pemerintah daerah dan obyek pemeriksaan dalam menindaklanjuti temuan BPK,” ujar Nelson.
Pada serasehan itu pemerintah daerah diharapkan bisa menemukan dan memahami solusi yang harus diambil untuk menindaklanjuti temuan BPK.
“Di sini akan dilihat komitmen mulai dari kepala daerah sampai di tingkat bawah pemerintahan dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, serta berkomitmen untuk percepatan penyelesaian TGR,” pungkasnya.
dibagian lain Dalam arahannya Anggota VI BPK RI menginstruksikan seluruh pemerintah daerah di Sulawesi untuk menuntaskan seluruh tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Secara nasional, Harry mengungkapkan bahwa tindak lanjut tertinggi ada di daerah-daerah wilayah timur Indonesia, yang mencapai angka hingga 90 persen, dibanding dengan wilayah barat.
“Saya ingin menjadikan timur menjadi banchmark untuk perbaikan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan pengelolaan keuangan negara dan daerah untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Harry.
Lebih lanjut dirinya mengutarakan, perlunya pemerintah daerah untuk membuat rencana aksi tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Harry menjelaskan, setiap kepala daerah dapat membuat kebijakan ataupun aturan untuk menuntaskan seluruh tindak lanjut rekomendasi BPK.
“Para kepala daerah bisa membuat aturan untuk menyelesaikan semua temuan. Misalnya ada kebijakan Jumat Bersih, dimana setiap hari Jumat semua transaksi yang simpel harus dituntaskan sebelum menjadi bertele-tele,” jelasnya.
Sementara itu terkait pengelolaan keuangan daerah, Harry menyebutkan setidaknya ada tiga persoalan utama yaitu aset, bantuan sosial, dan perjalanan dinas.
“Untuk aset yang memang sudah tidak ada dan tidak dapat direhabilitasi, supaya dihapuskan saja. Gubernur, bupati dan wali kota memiliki kewenangan untuk menghapus aset di bawah Rp5 miliar. Saya juga mohon perhatian para pejabat se Sulawesi untuk tidak terperangkap pada persoalan bansos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Harry.
Pada kesempatan itu Anggota VI BPK RI menyaksikan penandatanganan pernyataan komitmen antara Wagub Idris Rahim dengan Inspektur Provinsi Gorontalo Ahmad Rosadi, selaku pejabat yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian seluruh masalah tindak lanjut rekomendasi BPK.(Irfan/Humas).
Minggu, 28 Januari 2018
Breaking News
MANADO,- Bupati Gorontalo Prof.Nelson Pomalingo menghadiri diskusi kelompok terarah tindak lanjut rekomondasi hasil pemeriksaan BPK dan permasalahannya se kepulauan Sulawesi,senin (29/01/2018 berlangsung di Sintesa pinansula hotel manado.
Turut hadir anggota VI BPK RI Dr.Harry Axhar Azis, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Octavianus Estefanus Kandouw, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim,Walikota Gorontalo Marthen Taha,Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga ,Bupati Boalemo Darwis serta para undangan lainnya.
Sampai berita ini ditayangkan ,Peliput belum bisa memastikan apa yang menjadi hasil diskusi tersebut karena kegiatan sementara berlangsung.(Irfan/Humas).
Pewarta: Onal Lantu,SH
Sumber Dok: Onal Lantu,SH
editor: Irfan Mohamad,SIP.
Bupati Nelson Gagas Reuni 162 Exponen Perdana Pemerintah Provinsi Gorontalo
LIMBOTO-, Dalam rangka melepas kerinduan serta mengenang masa
silam 17 tahun era birokrasi yang dipimpin
penjabat Gubernur Gorontalo pertama Drs.H Tursandi Bin Mohamad Alwi,SH,MM,
Alumni yang tak lain pejabat era masa itu gagas reuni 162 Exponen perdana Pemerintah
Provinsi Gorontalo.
Kegiatan
yang dikemas semi formal tersebut digelar di restorant miranti tilongkabila
Kabupaten Bone Bolango menghadirkan mantan penjabat Gubernur Gorontalo Drs.H Tursandi Bin Mohamad Alwi,SH,MM.Selain itu,
turut hadir pula para pejabata struktur oraganisasi pertama pemerintah Provinsi
Gorontalo.
Reuni 162
yang singakatanya disesuaikan dengan tanggal pelantikan penjabat Gubernur kala
itu yakni pada tanggal 16 pebruari tahun 2000 megusung tema “ Mengenang masa dan Merawat Spirit Pengabdian Membangun
Gorontalo” dengan penggagas utama Bupati Gorontalo Prof.Nelson Pomalingo.
Tursandi Alwi merasa bangga atas inisiatif pelaksanaan reuni ini.pihaknya merasa
bersyukur bisa mengenang dan berkumpul kembali di usai senja.
“ Saya bersyukur
melalui ide pak Nelson bisa berkumpul dan merajut kebersamaan.Terima kasih
kepada pak nelson dan teman SKPD saya
kala itu bisa merancang kegiatan ini.bagi kita yang sudah pensiuan rasanya menangis karena dipertemukan
pada usia senja,”Ujar Tursandi Alwi
Pihaknya mengenang, Jadi
sebelum Provinsi diresmikan,saya memang sudah kenal Pak Nelson.Karena beliau
pernah datang dirumah
“ Saya waktu itu Dirjen
,Beliau laporan bahwa Provinsi Gorontalo yang baru siap menerima
Bapak,”Kenangnya meniru apa yang disampaikan Prof Nelson kala itu. Beliaulah
konseptor awalnya.
Dia Tursandi
menambahkan, Alhamndulillah, dimata saya mereka semua berhasil, Mereka berjuang
diawali tanpa apa-apa,” Jadi tidak ada fasilitas, nggak ada apa-apa ,mereka
kerja lillahitaala betul karena cinta negeri Gorontalo saja,”Pungkasnya.
kita berdoa bersama
semoga kita diberikan kesehatan.yang masih berkarir sukses selalu.sepanjang
saya sehat apapun undangan di Gorontalo saya akan datang.
“Semoga kedepan, Gorontalo
semakin maju,sukses,rakyatnya sejahtera,aman dan tentram,”Tandasnya.
Dibagian lain , Bupati
Nelson sampaikan, Provinsi Gorontalo ini sudah hampir 17 Tahun. Kita tau bahwa
Provinsi pada awal mengalami kesulitan. Begitu banyak keterbatasan.
Hari ini Kebetulan Pak
Tursandi Alwi datang bertepatan 17 tahun Provinsi Gorontalo. kita baru melewati
peringatan 23 januari dan menjelang 16 pebruari pemerintahan baru waktu itu
lahir.
Maka kami seluruh Exponen Perdana Pemerintah Provinsi Gorontalo bertemu
beliau.Pertemuan ini dalam rangka pertama, kangen-kangenan, kedua mengingat
kembali dan memberi spirit bagi pembangunan di daerah ini.ketiga,Alhamndulillah
sebagai wadah untuk berkumpul.
Wadah inipun sudah kita
maknai yang ditandai dengan peletakan batu pertama monumen tugu perjuangan
rakyat gorontalo.Disana akan dipampang awal pemerintahan provinsi
gorontalo.Terangnya sambil berucap secara pribadi sangat mengenang peristiwa
sebagai birokrasi awal waktu itu.
“Di usia 38 tahun dan menjadi pejabat termudah
karena menjabat sebagai kepala Bappeda
provinsi. Saat itupun saya keluar negeri diundang khusus selama satu bulan
mengikuti kursus state planing di austarlia. Itu menjadi pengalaman awal,”Jelasnya
Setelah itu saya terpilih
jadi rektor dan sukses.Insyallah birokrasi kedua jadi bupati ini lebih sukses
dan tuntas dalam bertugas. Nelson pun mengisaratkan, Kedepan pertemuan ini akan
dilakuakan secara berkelanjutan dan kemungkinan besar saat peresmian monumen tugu
perjuangan rakyat Gorontalo ,Beliau Tursandi diundang.
Mantan kepala bappeda
Provinsi Gorontalo inipun mengungkapkan,undangan inipun tidak hanya berlaku
reunian tetapi semua masyarakat.Kita ambil pengalaman –pengalaman sejak awal
pembentukan provinsi sebagai spirit bagi generasi hari ini,bagi pemerintah
sehingga semangat membangun tersasa dilakukan kita semua
Diakhir
pernyataannya,Bupati Nelson mengakui keberhasilan Tursandi membina bawahanya
waktu itu.setelah ditinggalkannya banyak yang berhasil.Antara lain ada 4 orang
menjadi Bupati, Satu orang Wakil Gubernur kemudian ditambah sekda-sekda dan
pejabat lainnya yang tersebar di provinsi gorontalo ini.
Ini menunjukan Beliau
meninggalkan hal terbaik karena orang-orang yang ditinggalkan sukses.Artinya
pembinaan beliau bagus dan matang sehingga kami sukses.
“ Saya ingat persis
,waktu itu penuh dengan keterbatasan,kantornya
susah, orang-orang masih tanda tanya dengan provinsi ini.Tetapi semangat kerja
ikhlas,kerja cerdas dan tuntas sehingga menjadi motor penggerak kita.Alhamndulillah
motto ini saya bawah di Kabupaten
Gorontalo,”Tandasnya.
Untuk diketahui
disela-sela kegiatan ini para mantan pejabat era tursandi memberikan buku
tulisan mereka sebagai bahan kenang-kenangan bagi para reunian.(Irfan/Humas )
Sabtu, 27 Januari 2018
Exponen Perdana Pemerintah Provinsi Gorontalo
TILONGKABILA,- Reuni 162 Exponen Perdana Pemerintah Provinsi Gorontalo
mengenang masa dan merawat spirit pengabdian membangun Gorontalo.
bersama mantan penjabat Gubernur Gorontalo Drs.H Tursandi Bin Mohamad Alwi,SH,MM
berlangsung direstoran miranti tilongkabila bonebolango, Minggu (28/1/2018).(Irfan/Humas)
SAMPAIKAN BAHAYA NARKOBA PKK KABGOR DALAM WAKTU DEKAT ROAD SHOW SEKOLAH-SEKOLAH DI KABGOR
LIMBOTO-, Peredaran obat-obatan terus menjadi momok mengerikan,
terlebih bagi orangtua yang terus mencemaskan anak-anak mereka yang masih duduk
di bangku sekolah. Khawatir anak-anak mereka menjadi korban oleh zat perusak
tersebut.
Sebagai bentuk komitmen bersama untuk memberantas peredaran narkoba,PKK
Kabupaten Gorontalo kembali melanjutkan program yang digagas sejak tahun 2016
ini untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten
Gorontalo.
“Salah satunya dengan melakukan berbagai sosialisasi ke sekolah-sekolah
yang dilakukan dengan menggandeng dinas pendidikan dan kebudayaan dan pihak
Badan Narkotik Kabupaten Gorontalo (BNK ),”Ujar Ketua Tim Penggerak PKK
Kabupaten Gorontalo Dr.Fory Naway
Lebih lanjut,Wanita dengan backround Dosen ini menjelaskan, sosialisasi
yang diberikan tentu juga menjadi tugas semua pihak,baik orang tua,Guru ,keluarga
terdekat,dan sesama teman dalam menghindari dan meminimalisir masuknya bahaya
barang mematikan tersebut
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Dr.Fory Naway,M.Pd bersama
forum anak di kecamatan bilihu dalam agenda sosialisasi kekerasan pada anak dan
perempuan,Sabtu (27/01/2018) dok Irfan/Humas )
Dia,Fory menilai sosialisasi ini penting dalam rangka mengontrol dan
melindungi anak –anak dari peredaran narkoba.
Bunda Fory mengingatkan,Saat ini orang tua dan guru lebih proaktif
mengawasi anak-anak dalam hal melakukan jajanan.contoh,dengan beredarnya permen
mengandung narkoba,Lem Fox yang sering diapakai anak-anak.
Untuk itu,peran orang tua dan guru sangat diharapkan.Perhatikan anak
sejak turun sekolah sampai pulang.Kalau perlu perhatikan gerak gerik mereka.
“Jika ada hal yang mencurigakan pada anak-anak,ketika mau berangkat
sekolah atau pulang ,periksa dan bongkar tas mereka,”Tegasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)












